Tahapan Perkembangan Anak 0–2 Tahun: Milestone dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Penulis: dr. Astri Pinilih, Sp.A — Dokter Spesialis Anak

“Anak tetangga seusianya sudah bisa berjalan, mengapa anak saya belum?”

Pertanyaan seperti ini sering muncul ketika orang tua mulai membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain. Tidak jarang, perbedaan tersebut menimbulkan kekhawatiran.

Padahal, setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Ada anak yang lebih dahulu berjalan, sementara anak lainnya lebih cepat berbicara.

Namun, bukan berarti semua keterlambatan dapat dianggap normal. Orang tua tetap perlu memahami tahapan perkembangan anak agar dapat mengenali kemungkinan hambatan sejak dini.

Lantas, kemampuan apa saja yang seharusnya mulai dimiliki anak usia 0–2 tahun? Dan kapan orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter?

Apa Itu Milestone Perkembangan Anak?

Milestone adalah kemampuan yang umumnya dicapai sebagian besar anak pada usia tertentu.

Perkembangan anak meliputi empat aspek utama:

• Motorik kasar: kemampuan yang menggunakan otot-otot besar seperti gerak, keseimbangan dan postur tubuh

• Bahasa dan komunikasi: kemampuan mengeluarkan suara, memahami ucapan, dan berbicara.

• Sosial dan emosional: kemampuan berinteraksi, merespons orang lain, dan menunjukkan emosi.

• Motorik halus: kemampuan untuk mengamati sesuatu dan melakukan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil seperti koordinasi mata dan tangan.

Milestone membantu orang tua dan tenaga kesehatan memantau perkembangan anak. Namun, milestone bukan alat untuk menentukan diagnosis secara langsung.

Bagaimana Tahapan Perkembangan Bayi Usia 0–6 Bulan?

Pada enam bulan pertama, bayi mulai belajar mengenali lingkungan dan mengendalikan gerakan tubuhnya.

Sekitar usia 2–3 bulan, bayi mulai tersenyum ketika diajak berinteraksi, memperhatikan wajah, mengeluarkan suara selain menangis, serta mengangkat kepala ketika tengkurap.

Memasuki usia 4–6 bulan, bayi biasanya semakin aktif meraih mainan, tertawa, mengeluarkan berbagai suara, dan mulai berguling.

Pada periode ini, interaksi langsung dengan orang tua sangat penting untuk mendukung perkembangan bahasa, motorik, dan sosial.

Bagaimana Perkembangan Anak Usia 6–12 Bulan?

Pada usia ini, bayi mulai semakin aktif mengeksplorasi lingkungannya.

Sekitar usia 9 bulan, sebagian besar bayi sudah mampu duduk tanpa penopang, merespons ketika namanya dipanggil, mengeluarkan berbagai suara seperti “mamama” atau “bababa”, serta mencari benda yang terjatuh.

Memasuki usia 12 bulan, anak umumnya mulai menarik tubuh untuk berdiri, berjalan sambil berpegangan pada perabot, melambaikan tangan, dan memahami kata sederhana seperti “tidak”.

Sebagian bayi merangkak sebelum berjalan, tetapi pola bergerak setiap bayi dapat berbeda.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya kemampuan berpindah tempat, melainkan juga perkembangan kekuatan otot, koordinasi, komunikasi, dan interaksi sosial.

Apa Saja Milestone Anak Usia 12–24 Bulan?

Memasuki usia satu hingga dua tahun, kemampuan anak berkembang semakin kompleks.

Pada usia sekitar 15 bulan, anak umumnya mulai mengambil beberapa langkah sendiri, menunjuk untuk meminta bantuan, dan mencoba mengucapkan satu atau dua kata selain “mama” atau “papa”.

Sekitar usia 18 bulan, sebagian besar anak sudah dapat berjalan tanpa berpegangan, mencoba menggunakan sendok, mengikuti instruksi sederhana, serta mengucapkan beberapa kata bermakna.

Menjelang usia 24 bulan, anak umumnya mulai berlari, menendang bola, menggabungkan sedikitnya dua kata seperti “mau susu”, serta menunjukkan bagian tubuh ketika diminta.

Ringkasan Milestone Perkembangan Anak 0–2 Tahun

UsiaContoh kemampuan yang umumnya muncul
3 bulanTersenyum, memperhatikan wajah, mengeluarkan suara, dan mulai mengontrol kepala
6 bulanTertawa, meraih benda, berguling, dan mulai menopang tubuh saat duduk
9 bulanDuduk tanpa penopang, merespons nama, dan mencari benda yang jatuh
12 bulanBerdiri sambil berpegangan, melambaikan tangan, dan memahami kata sederhana
18 bulanBerjalan sendiri, mencoba menggunakan sendok, dan mengucapkan beberapa kata
24 bulanMenggabungkan dua kata, berlari, menendang bola, dan menunjuk bagian tubuh

Tabel ini merupakan panduan umum, bukan alat diagnosis. Perkembangan anak perlu dinilai secara menyeluruh sesuai usia dan kondisi masing-masing.

Apakah Setiap Anak Harus Mencapai Milestone pada Usia yang Sama?

Anak memiliki variasi perkembangan yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan, lingkungan, kesempatan bermain, dan stimulasi yang diterima.

Bayi yang lahir prematur juga mungkin memerlukan penilaian menggunakan usia koreksi, umumnya sampai usia dua tahun.

Meski demikian, variasi perkembangan bukan alasan untuk mengabaikan kemampuan yang belum muncul. Apabila anak belum mencapai milestone penting atau orang tua memiliki kekhawatiran, sebaiknya dilakukan evaluasi.

Prinsipnya bukan membandingkan anak dengan anak lain, tetapi memastikan perkembangan anak terus menunjukkan kemajuan.

Apa Saja Tanda Bahaya Keterlambatan Perkembangan Anak?

Berikut beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian orang tua.

Usia 0–6 bulan

• Bayi jarang merespons suara atau interaksi.

• Kontrol kepala tidak berkembang sesuai usia.

• Gerakan tubuh tampak sangat lemah, kaku, atau tidak seimbang antara sisi kanan dan kiri.

Usia 6–12 bulan

• Pada usia 9 bulan belum mampu duduk tanpa penopang.

• Tidak merespons ketika namanya dipanggil.

• Sangat sedikit mengoceh atau berinteraksi.

• Pada usia 12 bulan belum menunjukkan gestur komunikasi, seperti melambaikan tangan.

Usia 12–24 bulan

• Pada usia 18 bulan belum mampu berjalan mandiri.

• Pada usia 18 bulan belum mencoba mengucapkan kata bermakna selain panggilan untuk orang tua.

• Pada usia 24 bulan belum mampu menggabungkan dua kata bermakna.

• Tidak menunjukkan ketertarikan berinteraksi atau menggunakan gestur untuk berkomunikasi.

Tanda bahaya pada usia berapa pun: anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, misalnya berhenti mengucapkan kata-kata yang sebelumnya dapat digunakan.

Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter tanpa menunggu jadwal skrining berikutnya.

Perlu dipahami bahwa tanda-tanda tersebut tidak otomatis menunjukkan anak mengalami gangguan perkembangan tertentu. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.

Bagaimana Cara Memantau dan Menstimulasi Perkembangan Anak di
Rumah?

Orang tua merupakan pengamat terdekat perkembangan anak.

Stimulasi sederhana dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari sesuai usia.

• Usia 0–6 bulan: ajak bayi berbicara, lakukan kontak mata, berikan mainan yang aman untuk diraih, dan lakukan tummy time ketika bayi terjaga dengan pengawasan.

• Usia 6–12 bulan: bermain cilukba, menyebut nama benda, membacakan buku bergambar, dan memberi kesempatan bayi bergerak di tempat yang aman.

• Usia 12–24 bulan: bermain pura-pura, menyusun balok, mengajak anak menunjuk bagian tubuh, membaca buku bersama, dan memberi kesempatan mencoba makan sendiri.

Catat kemampuan baru yang muncul dan sampaikan kekhawatiran ketika melakukan pemeriksaan kesehatan.

Batasi penggunaan layar digital, terutama pada anak di bawah dua tahun, dan utamakan interaksi langsung dengan orang tua.

Kapan Perkembangan Anak Perlu Diperiksa oleh Dokter?

Pemantauan perkembangan sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika muncul keterlambatan.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan skrining perkembangan terstandar pada usia 9, 18, dan 30 bulan, serta skrining khusus autisme pada usia 18 dan 24 bulan.

Di Indonesia, salah satu alat yang digunakan untuk membantu deteksi dini perkembangan anak adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).

Orang tua tidak perlu menunggu jadwal pemeriksaan rutin apabila terdapat tanda bahaya atau kekhawatiran terhadap perkembangan anak.

Pemeriksaan dokter dapat dilanjutkan dengan evaluasi pendengaran, penglihatan, perkembangan, atau pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Tua

1. Anak usia 12 bulan belum berjalan, apakah terlambat?

Belum tentu. Pada usia 12 bulan, sebagian anak masih berjalan sambil berpegangan. Namun, jika anak belum berjalan mandiri pada usia 18 bulan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan.

2. Anak usia 2 tahun belum lancar bicara, apakah normal?

Pada usia dua tahun, sebagian besar anak sudah mulai menggabungkan sedikitnya dua kata bermakna. Jika kemampuan tersebut belum muncul, sebaiknya dilakukan evaluasi bahasa, komunikasi, dan pendengaran.

3. Apakah KPSP bisa memastikan anak mengalami keterlambatan perkembangan?

Tidak. KPSP merupakan alat skrining awal untuk mengenali kemungkinan masalah perkembangan. Diagnosis memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Yuk, Pantau Perkembangan Si Kecil Sejak Dini!

Setiap anak memiliki perjalanan perkembangan yang berbeda. Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat berjalan atau berbicara, tetapi apakah kemampuan anak berkembang sesuai tahapan usianya.

Mengenali tanda bahaya sejak dini memberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan dan intervensi lebih cepat apabila diperlukan.

Ayah dan Bunda dapat memulai dengan melakukan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) secara mandiri melalui website Klinik Tumbuh Kembang Anak Pelangi Hati.

Cek Perkembangan Anak melalui KPSP — Gratis

Isi data dan usia anak, jawab pertanyaan sesuai kondisi sebenarnya, kemudian lihat hasil skrining serta rekomendasi tindak lanjut.

Apabila terdapat kekhawatiran, Ayah dan Bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter atau tim profesional melalui Klinik Tumbuh Kembang Anak Pelangi Hati.

Deteksi dini bukan untuk memberi label pada anak, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan dukungan yang tepat pada waktu yang tepat.

Referensi Medis

1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Learn the Signs. Act Early. — Developmental Milestones.

https://www.cdc.gov/act-early/milestones

2. American Academy of Pediatrics (AAP). Developmental Surveillance and Screening.

https://www.aap.org/en/patient-care/developmental-surveillance-and-screening-patient-care

3. Lipkin PH, Macias MM, et al. Promoting Optimal Development: Identifying Infants and Young Children With Developmental Disorders Through Developmental Surveillance and Screening. Pediatrics. 2020;145(1):e20193449.

Catatan medis: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, pemeriksaan, atau diagnosis langsung oleh dokter. Setiap anak memiliki kondisi perkembangan yang berbeda. Apabila terdapat kekhawatiran, konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau tenaga kesehatan yang kompeten.